Contoh Kegiatan Physical Distancing di KRL Bogor

Halo, teman-teman Anker dan Roker Bojonggede!! Di masa mewabahnya virus corona alisa COVID-19, teman-teman masih naik KRL ke tempat kerja? Saya juga masih tapi frekuensi lumayan jarang, gak setiap hari. Sekarang saya mau berbagi cerita contoh bagaimana sih kegiatan physical distancing di KRL Bogor.

Yup, sekarang ini mah jaga jarak atau istilah kerennya physical distancing itu adalah sebuah kunci.

Kunci buat terhindar dari virus corona.

PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI juga sudah mewanti-wanti setiap penumpang supaya bisa jaga jarak di dalam kereta dan juga di area stasiun.

Walaupun belum di semua krl, tapi PT KCI sudah membuat marka atau penanda di setiap bangku kereta supaya penumpang bisa jaga jarak.

Di bangku panjang yang biasanya bisa diisi 6-7 orang, sekarang ini maksimal 4 orang.

Bangku pendek atau prioritas maksimal 2 orang penumpang.

Penumpang yang berdiri juga gak boleh sembarang, berdiri di marka atau penanda yang sudah dibuat. Juga gak boleh berhadap-hadapan.

Selain di dalam KRL di area stasiun juga penumpang harus bisa jaga jarak. Misal di bangku atau tempat duduk buat nunggu, penumpang harus duduk di area yang tidak dikasih tanda.

Contoh Kegiatan Physical Distancing di KRL Bogor
Cakep kan, di dalam area Stasiun Bojonggede, penumpang juga bisa lakukan jaga jarak.

Juga ingat, harus selalu pakai masker!!

Saya pribadi ngelihat dan ngerasain sendiri bagaimana penumpang melakukan contoh kegiatan Physical Distancing di KRL Bogor.

Jadi, Rabu kemarin 8 April 2020 saya harus pergi ke kantor, setelah hampir seminggu Work from home (WFH).

Jadwal yang baru sudah berlaku di hari Rabu kemarin, jam operasional juga sudah mulai berubah dari pukul 4 pagi sampai pukul 8 malam.

Saya naik KA 1541 jurusan Bogor Angke. Di jadwal sih pukul 9:37 tapi kemarin itu pukul 9:35 keretanya sudah ada di Bojonggede.

Mulai dari Stasiun Bojonggede sampai saya turun di Stasiun Manggarai, semua penumpang yang ada di dalam KA 1541 di gerbong yang saya naik, semuanya disiplin bisa jaga jarak.

Kalau ada penumpang yang lebih berhak dapat tempat duduk, penumpang yang sudah duduk ada yang berdiri buat kasih bangku.

Jadinya penumpang tersebut bukan duduk di bangku yang kosong.

Padahal ya, di bangku di gerbong yang saya naik belum dikasih marka atau penanda oleh PT KCI.

Kalau buat penumpang yang berdiri sih sudah ada marka atau penandanya di lantai kereta.

Baca juga: Jam Operasional KRL Mulai 10 April 2020

Petugas yang ada di dalam gerbong jadinya gak terlalu repot harus ngatur-ngatur penumpang yang gak tertib.

Penumpang yang naik memang gak terlalu banyak alias kereta gak terlalu penuh. Tapi penumpang yang berdiri gak maksa buat duduk di bagian bangku yang kosong, yang belum dikasih tanda.

Itu contoh yang baik waktu saya berangkat.

Kalau pas pulangnya sekitar pukul 2 siang dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bojonggede, itu mah no comment deh. 😰

Ok teman-teman, cukup dulu ya nanti disambung lagi.

Ingat ya, mulai besok Jumat 10 April 2020, jam operasional KRL berubah, cuma dari pukul 6 pagi sampai pukul 6 sore.

Stay Safe ya!!

(Visited 93 times, 1 visits today)
SB1M Daftar Free Member untuk Dapatkan Tutorial How To Make Money Online

Tinggalkan komentar