Category

ATSI

Category

Acara Cyber Security Indonesia 2018 diadakan di JCC selama tiga hari, 5-7 Desember 2018. Seperti tahun sebelumnya, di dalam acara Cyber Security Indonesia 2018 ini ada kegiatan konferensi dan juga pameran seputar teknologi siber terbaru. Tapi, ada satu kegiatan yang baru diadakan tahun ini yaitu Jakarta Hacking Competition (JHCom). Tahun ini adalah tahun kedua saya hadir di acara Cyber Security Indonesia Masih sama dengan tahun lalu, saya masih menjadi delegasi dari ATSI Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi…

Sedikit berbagi pengalaman menghadiri Cyber Security Indonesia 2017 yang sudah berlangsung beberapa hari yang lalu (6-7 Desember 2017) di Jakarta Convention Center (JCC). Saya hadir dalam acara tersebut sebagai delegasi dari Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) yang juga merupakan host CSI 2017. Bertindak sebagai penyelenggara CSI 2017 adalah Tarsus Indonesia.

Berikut ini adalah sekilas informasi mengenai sejarah berdirinya Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, atau lebih dikenal dengan nama ATSI. Asosiasi ini telah didirikan sejak 15 Juli 1996 pada saat industri telekomunikasi di Indonesia peraturannya masih berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1989.  Industri telekomunikasi pada saat itu masih merupakan industry vital dan strategis, menguasai hajat hidup orang dan merupakan monopoli Pemerintah. Sampai dengan tahun 2013 ATSI belum memiliki Akta Pendirian yang dibuat dihadapan Notaris dan belum mendapatkan pengesahan dari Instansi Pemerintah yang berwenang.

Asosiasi ini telah berdiri sejak 15 Juli 1996. Beranggotakan perusahaan-perusahaan telekomunikasi baik itu swasta dan negeri yang ada di Indonesia. Dan inilah Visi dan Misi ATSI Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia.

VISI

  1. Mempersatukan Visi para anggota dan memberikan layanan bagi kepentingan masyarakat sebesar-besarnya dalam menghadap era kompetisi/globalisasi dengan memanfaatkan spectrum frekuensi yang tersedia.
  2. Meningkatkan kerjasama antar para penyelenggara jaringan telekomunikasi.
  3. Memajukan dan mengembangkan layanan jasa telekomunikasi secara umum maupun aspek lain yang terkait.
  4. Memberikan dukungan seluas-luasnya terhadap pelaksanaan penyelenggaran telekomunikasi di Indonesia sepanjang diperbolehkan oleh peraturan perundang yang berlaku.
  5. Tujuan lainnya sebagaimana yang akan disepakati oleh para penyelenggara jaringan telekomunikasi dari waktu ke waktu.

Adalah Peraturan Menteri Kominfo RI No. 12/2016 yang secara resmi mengatur bagaimana cara registrasi seluruh kartu prabayar di Indonesia. Di dalam peraturan menteri tersebut dijelaskan bahwa registrasi wajib menggunakan data sesuai eKTP atau KK. Jika registrasi kartu prabayar tidak sesuai eKTP maka siap-siap saja pelanggan tidak bisa menggunakan atau mengaktifkan kartu perdana.

Open chat